fbpx
Cancel Preloader

Menguak Sejarah Dasa Darma Pramuka

Pilar Kehormatan Pramuka: Memahami Dasa Darma sebagai Landasan Moral – Setiap anggota Pramuka harus mengerti dan memahami 10 dasa darma Pramuka. Dengan mengamalkan isi dari dasa darma tersebut, seorang anggota pramuka bisa menjadi pribadi yang mulia.

Menelusuri Akar Sejarah Dasa Darma Pramuka: Pengembangan dari Waktu ke Waktu

Dasa Darma termasuk dalam kode kehormatan Pramuka yang juga dimuat dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Kode kehormatan bagi anggota Pramuka disesuaikan dan diterapkan berdasarkan usia dan perkembangan spiritual dan fisik mereka.

Dasa Darma sendiri berlaku untuk anggota Pramuka pada golongan penggalang usia 11-15 tahun, penegak usia 16-20 tahun, dan pandega.

Secara pengertian, Dasa Darma terdiri dari dua kata, yaitu “dasa” yang berarti sepuluh dan “darma” yang berarti perbuatan baik dan mulia. Sehingga, Dasa Darma bisa diterjemahkan sebagai sepuluh tindakan baik dan mulia yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam aktivitas mereka.

Dasa Darma Pramuka mengalami perubahan selama 5 kali sejak pertama kali dimunculkan pada tahun 1961 melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Dasa Darma terbentuk dari ide dan gagasan beberapa orang yang digabungkan, melibatkan perjuangan dan proses yang panjang dari sejumlah tokoh.

Dasa Darma Pramuka
Dok. Ig @kwarnasgerakanpramuka

Dasa Darma dalam Berbagai Periode: Rumusan dan Tantangan yang Diemban Pramuka

Dasa Darma I (diberlakukan pada tahun 1961 sampai 1966) hingga Dasa Darma V (diberlakukan mulai tahun 2009 sampai sekarang), setiap periode membawa perubahan signifikan dalam rumusan Dasa Darma Pramuka. Kita akan menyelami dan memahami makna dari setiap versi Dasa Darma yang menjadi pedoman bagi pramuka Indonesia.

Dasa Darma Pramuka bukan hanya sekedar rangkaian kata, tapi juga mengandung nilai moral dan etika yang kuat. Kita akan mengulik masing-masing poin dari Dasa Darma untuk memahami pentingnya nilai-nilai ini dalam membentuk karakter anggota Pramuka.

Perubahan zaman membawa tantangan tersendiri bagi Pramuka dalam menjalankan Dasa Darma. Bagaimana Dasa Darma Pramuka tetap relevan dan dapat diaplikasikan dengan baik oleh generasi pramuka masa kini?

Dasa Darma I (diberlakukan pada tahun 1961 sampai 1966)

Rumusan pertama dari Dasa Darma Pramuka disusun oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka dan digunakan dari tahun 1961 hingga 1966.

  1. Pramuka dapat dipercaya
  2. Pramuka setia
  3. Pramuka sopan dan berperilaku baik
  4. Pramuka sahabat bagi sesama manusia dan saudara bagi setiap anggota Pramuka
  5. Pramuka penyayang sesama makhluk
  6. Pramuka siap menolong dan berbakti kepada sesama
  7. Pramuka taat pada perintah tanpa ragu-ragu
  8. Pramuka sabar dan ceria dalam menghadapi segala kesulitan
  9. Pramuka hemat dan cermat dalam penggunaan waktu, tenaga, dan harta benda
  10. Pramuka suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan

Dasa Darma II (diberlakukan pada tahun 1966 sampai 1974)

Dasa Darma Pramuka yang kedua dibentuk pada Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah (Muker Anpuda) yang saat ini dikenal dengan sebutan Musyawarah Nasional (Munas). Dasa Darma Pramuka kedua ini digunakan dari tahun 1966 hingga 1974.

  1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan patriot Indonesia yang setia
  3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
  4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia
  5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
  6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
  7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
  9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggung jawab dan gembira untuk dapat berguna
  10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin.

Dasa Darma III (diberlakukan pada tahun 1974 sampai 1978)

Munas Bukit Tinggi pada tahun 1974 juga membahas perubahan dasa darma pramuka. Perubahan tersebut didasarkan pada rekomendasi perubahan yang telah diamanatkan dalam MMP tahun 1970 dan Munas di tahun 1974. Dasa darma pramuka ini kemudian digunakan dari tahun 1974 hingga 1978.

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
  3. Patriot yang sopan dan berwibawa
  4. Suka bermusyawarah dan patuh
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, riang, dan terampil
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, setia, dan berani
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Dasa Darma IV (diberlakukan pada tahun 1978 sampai 2009)

Dasa darma pramuka mengalami perumusan ulang setelah memorandum dikeluarkan oleh Munas Gerakan Pramuka di Manado, tahun 1974. Hasil rukusan diresmikan melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 036/KN/79. Dasa darma pramuka keempat ini digunakan mulai dari tahun 1978 hingga 2009.

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil dan gembira
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Dasa Darma V (diberlakukan mulai tahun 2009 sampai sekarang)

Perubahan terakhir pada dasa darma terjadi pada tahun 2009. Perubahan ini dimuat dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009, dan dicantumkan pada Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Tahun 2009.

Kemudian, susunan dasa darma pramuka yang kelima ini ditegaskan kembali dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka atas Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tahun 2012 dan berlaku hingga saat ini.

  1. Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil dan gembira.
  7. Hemat, cermat dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Kak Tunas

https://beritapramuka.com

Admin dan penulis di media sosial #pramukaupdate

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *