APA SIH SEBENARNYA EKSTRAKURIKULER PRAMUKA ITU?

 APA SIH SEBENARNYA EKSTRAKURIKULER PRAMUKA ITU?

Kebanyakan masyarakat mengenal kepramukaan karena pernah mengikuti latihan kepramukaan, baik waktu SD, SMP maupun SMA. Kegiatan latihan kepramukaan memang sudah lama diangkat sebagai ekstrakurikuler Pramuka wajib bagi siswa sekolah. Namun kegiatan tersebut bukan bentuk penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan secara penuh.

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Pendidikan Kepramukaan merupakan METODE PENDIDIKAN yang dirintis oleh Baden-Powell dengan sebutan “scouting”. Metode tersebut merupakan terobosan yang terbukti efektif dan disukai anak-anak dan adik-adik remaja sebagai alternatif dari pendidikan formal di sekolah. Oleh sebab itu Pendidikan Kepramukaan tersebar ke seluruh dunia dan bertahan hingga sekarang.

EKSTRAKURIKULER PRAMUKA
Foto kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka by IG mhmd_dq24

EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

Secara konsep, disebut Pendidikan Kepramukaan jika kegiatan belajar dan berlatih menggunakan delapan Metode Kepramukaan (veris WOSM – organisasi kepramukaan dunia):
1. Promise and Law (pengamalan kode kehormatan pramuka)
2. Learning by Doing (belajar sambil melakukan)
3. Personal Progression (penghargaan berupa tanda kecakapan)
4. Team System (kegiatan berkelompok, bekerjasama dan berkompetisi)
5. Adult Support (kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan dan dukungan)
6. Symbolic Framework (kiasan dasar)
7. Nature (kegiatan di alam terbuka)
8. Community Involvement (setiap pramuka berkomitmen untuk aktif membangun masyarakat di lingkungannya maupun lebih luas)

Sedangkan di Indonesia, yang kini berlaku di Gerakan Pramuka seperti delapan metode di atas kecuali butir ke-6 dan ke-8 diganti dengan: Kegiatan yang menarik dan menantang; dan Sistem satuan terpisah (putri dan putra).

Pendidikan Kepramukaan diselenggarakan oleh organisasi yang bernama GERAKAN PRAMUKA. Yaitu diwadahi dalam satuan pendidikan yang disebut GUGUSDEPAN. Dimana di dalam gugusdepan dibentuk satuan yang lebih kecil sesuai golongan usia adik-adik: perindukan siaga (7-10 tahun), pasukan penggalang (11-15 tahun), ambalan penegak (16-20 tahun) dan racana pandega (21-25 tahun). Jalannya pembinaan, organisasi dan kegiatan di tiap golongan berbeda-beda.

MODEL REGULER

Pendidikan Kepramukaan yang saya jelaskan di atas, dalam Permendikbud No. 63 Tahun 2014 disebut “Model Reguler”. Yaitu Pendidikan Kepramukaan yang dijalankan sesuai dengan AD dan ART Gerakan Pramuka. Adik-adik bergabung secara sukarela dan berkegiatan menggunakan mekanisme organisasi kepramukaan.

Bagi adik-adik yang mengikuti model ini, mereka bisa berlatih dengan Metode Kepramukaan secara intensif. Diantaranya dibekali keterampilan yang diperlukan untuk berkegiatan di alam terbuka (woodcraft dan campcraft).

Penyelenggara model ini sebetulnya bukan pihak sekolah. Namun gugusdepan yang secara langsung di bawah KWARTIR GERAKAN PRAMUKA. Sekolah hanya sebagai pangkalan/basis gugusdepan. pakaian seragam yang dikenakan adik-adik sebenarnya bukan seragam sekolah, melainkan pakaian seragam anggota Gerakan Pramuka.

MODEL BLOK DAN MODEL AKTUALISASI

Dua model ini lah yang dijalankan oleh sekolah yang berada di bawah Kemendikbud. Kemendikbud mewajibkan siswa SD dan sekolah menengah mengikuti dua model ini. Tidak mewajibkan menjadi pramuka (sebutan untuk adik-adik anggota Gerakan Pramuka).

Model Blok sebagai kegiatan perkenalan/orientasi terhadap metode belajar menggunakan Pendidikan Kepramukaan. Biasanya dijalankan pada masa awal masuk siswa baru atau pada akhir tahun ajaran dalam bentuk perkemahan.

Model Aktualisasi adalah kegiatan mempelajari materi pelajaran sekolah dengan menadopsi Metode Kepramukaan. Biasanya dijalankan dalam bentuk latihan mingguan (biasanya hari Jumat atau Sabtu).

Dua model inilah yang sering disebut “Ekstrakurikuler Pramuka”.

Karena dua model ini bukan merupakan penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan secara penuh, maka kegiatan-kegiatannya pun semestinya terbatas. Secara adik-adik yang mengikuti Model Blok dan Model Reguler sangat kurang bekal keterampilan yang dibutuhkan untuk berkegiatan di alam terbuka (woodcraft dan campcraft).

 

Kontribusi: Simplescouting

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *