KENA BULLY KARENA IKUT PRAMUKA

 KENA BULLY KARENA IKUT PRAMUKA

Meski kegiatan ekskul pramuka itu banyak manfaatnya namun kasus kena bully karena ikut pramuka terhadap siswa yang aktif berpramuka seringkali terjadi. Ada banyak hal yang menjadi factor munculnya pembuli ini. Namun jika  ditelusur lebih dalam, kesamaan sikap orang-orang yang suka membuli salah satunya kurang menghargai pilihan orang lain.

Mengapa bisa kena bully karena ikut pramuka? Bisa karena faktor eksternal dari orang lain, atau internal karena sikap diri sendiri. Dari si pembuli bisa jadi karena merasa pramuka kurang bermanfaat bagi dirinya, hal ini juga bisa berawal dari kualitas Pembina yang memberikan materi yang kurang menarik dan monoton. Si pembuli gak suka dengan teman sekelasnya yang terlalu aktif berkegiatan… sering kali muncul sapaan “anak coconut” bahkan bisa kita temukan juga di media sosial dengan panggilan “coconut b*bi” yah.. ini juga kurang ber etika sebagai seorang pelajar.

Kena bully karena ikut pramuka

Kasus bullying karena pramuka tidak hanya ditemukan di kelas namun juga di media sosial. Entah apa motif utamanya, namun dengan kegiatan positif mereka saja tidak suka, apalagi kegiatan manfaat lainnya, kita doakan semoga insyaf di kemdian hari… masih banyak faktor dari si pembuly yang bisa kita gali lebih dalam lagi.

Kena bully karena ikut pramuka - foto by ig : vericooo_
Kena bully karena ikut pramuka

Faktor dari internal, yang kena bully, bisa kita temukan juga jenis pribadi yang terlalu aktif berkegiatan ekskul namun kurang bersosialisasi dengan teman lainnya. Seringnya izin berkegiatan hingga temannya merasa kurang nyaman. Namun tentu bukan salah organisasi pramuka.. eh bentarr…

Kegiatan kepramukaan di gugus depan merupakan ujung tombaknya pembinaan generasi muda. Apabila Pembina satuan di pasukan atau ambalan kurang memberikan warna latihan pramuka yang menarik dan menyenangkan tentu ini juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat kasus kena bully karena ikut pramuka muncul. Ini tantangan tersendiri bagi pelatih pramuka, Pembina pramuka, dewan satuan ( dewan penggalang & ambalan) untuk bisa mewadahi aspirasi dari peserta didik.

Jangan sampai kegiatan pramuka membosankan dan ketinggalan jaman. Kombinasikan dengan kemajuan zaman, pemanfaatan teknologi, pengembangan diri dan pramuka menjadi wadah dalam menemukan bakat peserta didik. Melakukan evaluasi lagi, petakan persoalan-persoalan di gugus depan, coba cari masukan dan study banding dengan gugus depan lain maupun dating ke kwartir kakak.

Sudah saatnya pramuka membuka diri, membuat kegiatan menarik dan menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai sebuah kebanggan dimasa muda. Cukup banyak tokoh di dunia ini yang tumbuh dan berkembang karena kegiatan kepanduan yang di ikuti semasa muda.

Apabila kena bully karena ikut pramuka, bagi penulis pribadi ya nikamti saja, karena penulis tetap bersosialisasi di lingkungan sekolah, tunjukan dengan prestasi dan karya yang bisa kamu lakukan di gugus depan kamu. Banggakan sekolah dan tunjukan kegiatan ekskul pramuka itu menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi kehidupan kamu.

Bagaimana jika terjadi dengan anda? Atau teman anda? Yuk atasi bareng-bareng dengan menjadikan pramuka wadah yang asyik dan menyenangkan buat siapa saja berlatih dan bergembira.

Namun jika kita temukan pramuka melakukan hal yang kurang baik maupun melanggar hukum, adalah pribadi bukan organisasi. Harus kita ingat berpakaian pramuka belum tentu seorang yang aktif pramuka dan berjiwa pramuka. Lha wong seragam pramuka dijual bebas dan di wajibkan di pakai di kegiatan sekolah.

 

Salah satu cara terbaik untuk melawan bully, adalah dengan menunjukan karya kita dan mereka ikut menikmatinya.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *